Sabtu, 28 April 2012

PERKEMBANGAN STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA


A.  MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Beberapa strategi pembangunan ekonomi  dapat  disampaikan adalah :

Strategi Pertumbuhan :
Adapun  inti dari  konsep  strategi  yang  pertama  ini adalah :
Ø  Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang – menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
Ø  Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali.
Ø  Jika terjadi letimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
Ø  Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.

Strategi Pembanguan dengan Pemertaan
          Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halny melalui penyusunan perencanaan induk dan paket program terpadu.

Startegi Ketergantungan
Inti dari konsep ketergantunga  adalah :
Ø  Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat di te,puh diantaranya adalah : meningkaatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
Ø  Teori ketergantunngan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “..... teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun  sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gampang sekali bagai kita untuk menumphkan semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja .... “ (Kothari dalam Islmid Hadad, 1980).



Strategi yang berwawasan ruang
          Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab – sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin ( spread effects) lebih kecil dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin kedaerah kaya (back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai. Sedangkan Hirschaman percaya, sekalianpun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

Sturategi pendekatan kebutuhan pokok
          Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya di kemabangkan oleh organisasi perburuan sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumbur pada pengangguaran. Oleh karena  itu sebaikanya usaha – usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.

B.   FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN  STRATEGI   PEMBANGUNAN EKONOMI
            Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan lah yang mungkin akan dicapai adalah pemerataan pembanguan, maka strategi yang berwawasan ruanglah yang akann dipergunakan.

C.  STRATEGI PEMBANGUNANA EKONOMI  DI INDONESIA.
Dari keterangan pemerintah yang ada, dapat sedikit disimpulkan bahwa strategi pembanguan di indonesia tidak mengenal perbedaan strategi uang ekstrem. Sebagai contoh selain strategi pemerataan pembangunan, indonesia tidak mengesampingkan strategi pertumbuhan, dan strategi yang berbagai wilayah pembangunan I, II, III, dan seterusnya).
Strategi – strategi tersebut kemudian dipertegas dengan ditetapkannya sasaran – sasaran dan titik berat setiap Repelita, yakni :
Ä  Repelita I : meletakan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang    mendukung sektor pertanian meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
Ä  Repelita   II  :   meletakan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri  yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
Ä  Repelita   III  :   meletakan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakan landasan yang kuat bagi thap selanjutnya.

Ä  Repelita    IV  :    Meletekan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha – usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin – mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita – Repelita selanjutnya meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.

D.  PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Apapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo, manfaat perencanaan adalah :
1.       Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditunjukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
2.       Dengan perencanaan maka dpat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi – potensi dan prospek – prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan – hambatan dan resiko -  resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidak pastian dapat dibatasi seminim mungkin.
3.       Perencaan memberikan kesempatan untuk memillih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatn untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
4.       Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan – urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya.
5.       Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi.
6.       Penggunaan dan alokasi sumber -  sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif. Diusahakan dihindarinya keborosan – keborosan. Suatu usaha untuk mencapai output/hasil secara maksimal dari pada sumber – sumber yang tersedia.
7.       Dengan perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan.
8.       Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjingtur.




         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar