Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah
rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh
Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang
memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1
Januari – 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN
setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Struktur produksi adalah logika proses
produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan
pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan
dengan menggunakan skema.Struktur produksi nasional dapat dilihat
menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional.
Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas
lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor,
yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu
perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju
dominasi sektor sekunder dan tersier.Perubahan struktur produksi dapat
terjadi karena :
·Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung
berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebihbanyak
barang-barang industri
·Perubahan
teknologi yang terus-menerus, dan
·Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam
memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan
jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri.
Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir
Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi
sektor primer menuju sektor sekunder.
Letak geografis suatu wilayah adalah keberadaan posisi wilayah tersebut
sesuai dengan bentuk dan letaknya di bumi. Indonesia merupakan negara kepulauan
yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki
lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas
perairan 3.257.483 km2. Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahasa
dilihat secara geografis, wilayah Indonesia terletak pada posisi yang strategis
dan menguntungkan karena beberapa alasan sebagai berikut :
a. Letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia.
b. Letak Indonesia di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Beberapa
keuntungan yang diperoleh berdasarkan letak geografis Indonesia, antara lain
sebagai berikut.
Indonesia yang terletak di antara dua benua dan
dua samudra memungkinkan menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik lalu
lintas udara maupun laut.
Indonesia sebagai titik persilangan kegiatan
perekonomian dunia, antara perdagangan negara-negara industri dan
negara-negara yang sedang berkembang. Misalnya antara Jepang, Korea, dan
RRC dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa.
Karena letak
geografisnya pula Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradaban
dunia, serta secara alami dipengaruhi oleh angin musim. Indonesia mempunyai
iklim tropic basah yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan muson timur.
Sekitar bulan Oktober-April angin muson bertiup dari Asia ke Australia yang
membawa banyak uap air dari Samudra Pasifik sehingga menimbulkan musim hujan.
Sekitar bulan April-Oktober angin muson bertiup dari Australia ke Asia yang
sedikit membawa uap air dari Samudra Hindia sehingga menimbulkan musim kemarau.
Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu
musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu
menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik
sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk
Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Pengaruh
musim tersebut di atas menyebabkan Indonesia menjadi negara agraris. Pertanian
di Indonesia maju pesat dan banyak menghasilkan beras, jagung, sayur-sayuran,
buah-buahan, karet, kopi, gula, tembakau, dan lain-lain yang sangat berguna
bagi kemakmuran dan keberlangsungan penduduk Indonesia, secara ekonomi juga
menjadi peluang untuk berperan serta dalam perdagangan internasional. Letak
geografis Indonesia mempunyai pengaruh terhadap aspek ekonomi, aspek sosial,
dan aspek budaya
Beberapa strategi pembangunan ekonomi dapat disampaikan adalah :
Strategi Pertumbuhan :
Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah :
ØStrategi
pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal,
serta bagaimana menanamkannya secara seimbang – menyebar, terarah, dan memusat,
sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
ØSelanjutnya
bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses
merambat kebawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali.
ØJika
terjadi letimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan prasyarat
terciptanya pertumbuhan ekonomi.
ØKritik
paling keras dari strategi yang pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang
terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
Strategi
Pembanguan dengan Pemertaan
Inti
dari konsep strategi ini adalah dengan ditekannya peningkatan pembangunan
melalui teknik sosial engineering, seperti halny melalui penyusunan perencanaan
induk dan paket program terpadu.
Startegi
Ketergantungan
Inti dari konsep ketergantunga adalah :
ØKemiskinan
di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan
negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara
ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut
harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari
ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat di te,puh diantaranya adalah
: meningkaatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan
dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
ØTeori
ketergantunngan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “.....
teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih
terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri
(selfdevelopment). Sebab selalu akan gampang sekali bagai kita untuk menumphkan
semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi
di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja .... “ (Kothari
dalam Islmid Hadad, 1980).
Apapun definisinya suatu perlu memiliki ciri sebagai berikut
(Suroso,1993) :
·Setiap sistem
memiliki tujuan
·Setiap sistem mempunyai “batasan”, sistem tersebut
bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi
juga dengan lingkungannya.
·Suatu sisem dapat terdiri dari beberapa subsistem
yang biasa juga disebut
dengan bagian, unsur, atau komponen.
·Walau sistem
tersebut terdiri dari berbagai
komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur,atau komponen
tersebut , melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu , atau
memiliki sifat ‘’wholism’’.
·Terdapat saling hubungan dan saling
ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem
dengan lingkungannya.
·Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses
transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka
sistem sering disebut juga sebagai
“processor” atau “tarnsformator”.
·Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme
kontrol dengan memanfaatkan tersediannya umpan balik.
·Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem
mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya atau keadaan secara otommatis.
B.PERKEMBANGAN
SISTEM EKONOMI PADA UMUMNYA
Dengan semakin
banyak jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem
perekonomi yang lebih teratur dan terencana . sistem barter tidak lagi
dipertahankan, mengingat hambatan- hambatan yg dihadapi seperti:
oSulitnya mempertemukan dua atau lebih pihak yg
memiliki keinginan yang sama.
oSulitnya menentukan nilai komoditi yang akan
dipertukarkan.
oSulitnya melakukan pembayaran yang tertunda.
oSulitnya melakukan transaksi dengan jumlah yang
besar.
Dunia usaha makin lama makin meluas operasinya.
Apabila pada masa sebelum revolusi industri dalam abad ke-18 organisasi usaha
bersifat lebih banyak kumpulan perorangan dengan modal yang terbatas, maka
sejak revolusi industri timbul organisasi usaha raksasa yang bersifat lebih
banyak kumpulan modal dari pada kumpulan orang (pengusaha).
Pertumbuhan organisasi perusahaan menimbulkan gejala,
bahwa sebagai kumpulan modal akhirnya para pemilik perusahaan yang terdiri dari
para pemegang saham, pada hakekatnya tidak lagi langsung menguasai jalannya
perusahaan, kecuali pada rapat pemegang saham yang umumnya diadakan sekali
setahun.
Kekuasaan yang sebenarnya terletak pada para pemimpin
perusahaan atau yang disebut “manager”, yang langsung menentukkan jalannya
operasi usaha sehari-hari.
Manajemen keuangan perusahaan adalah suatu
kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian,
pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh perusahaan.
Manajemen dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen, berikut pengertian dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan bekerja sama.
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun. Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen: