Minggu, 17 Juni 2012

Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia


PERDAGANGAN ANTAR NEGARA

Perdagangan luar negeri merupakan salah satu kekuatan perekonomian suatu negara. Setiap negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Untuk itu perlu adanya kerja sama luar negeri. Manfaat yang ditimbulkan dari kerja sama ini adalah menambah devisa negara yang berarti meningkatkan penerimaan negara. Contohnya mengekspor barang ke luar negeri.
Indonesia berpeluang dalam meramaikan perdagangan antar negara. Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam melakukan kerja sama ini. Namun pemerintah masih kurang mendukung pengusaha-pengusaha di Indonesia. Padahal mereka sangat berpotensi membantu perekonomian negara dengan mengekspor barang dan menaikan devisa negara.

Sabtu, 16 Juni 2012

KPK Hitung Kerugian Negara Proyek Hambalang




TEMPO.CO , Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan masih membutuhkan waktu untuk memutuskan status kasus proyek pusat olah raga di Bukit Hambalang. Alasannya, menurut Ketua KPK Abraham Samad, Komisi belum merampungkan penghitungan potensi kerugian negara proyek tersebut. "Penghitungan kerugian negara belum final," kata Abraham di kantornya, Senin 11 Juni 2012.

Abraham mengatakan KPK masih memerlukan waktu melengkapi bukti untuk meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan. Dia meminta semua pihak bersabar menunggu perkembangan penanganan megaproyek di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, senilai Rp 2,5 triliun tersebut. "Karena untuk melakukan investigasi tidak semudah membalikkan telapak tangan."

Minggu, 29 April 2012

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN)


Pengertian APBN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari – 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.

Sabtu, 28 April 2012

STUKTUR PRODUKSI,DISTRIBUSI,PENDAPATAN DAN KEMISKINAN


A.     STUKTUR PRODUKSI

         Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa   pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
·         Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
·         Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
·         Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA


I.             Keadaan Geografis Indonesia

                  Letak geografis suatu wilayah adalah keberadaan posisi wilayah tersebut sesuai dengan bentuk dan letaknya di bumi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahasa dilihat secara geografis, wilayah Indonesia terletak pada posisi yang strategis dan menguntungkan karena beberapa alasan sebagai berikut : 
          a. Letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia. 
          b. Letak Indonesia di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Beberapa keuntungan yang diperoleh berdasarkan letak geografis Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  • Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra memungkinkan menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik lalu lintas udara maupun laut.
  • Indonesia sebagai titik persilangan kegiatan perekonomian dunia, antara perdagangan negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang. Misalnya antara Jepang, Korea, dan RRC dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa.
Karena letak geografisnya pula Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradaban dunia, serta secara alami dipengaruhi oleh angin musim. Indonesia mempunyai iklim tropic basah yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan muson timur. Sekitar bulan Oktober-April angin muson bertiup dari Asia ke Australia yang membawa banyak uap air dari Samudra Pasifik sehingga menimbulkan musim hujan. Sekitar bulan April-Oktober angin muson bertiup dari Australia ke Asia yang sedikit membawa uap air dari Samudra Hindia sehingga menimbulkan musim kemarau. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Pengaruh musim tersebut di atas menyebabkan Indonesia menjadi negara agraris. Pertanian di Indonesia maju pesat dan banyak menghasilkan beras, jagung, sayur-sayuran, buah-buahan, karet, kopi, gula, tembakau, dan lain-lain yang sangat berguna bagi kemakmuran dan keberlangsungan penduduk Indonesia, secara ekonomi juga menjadi peluang untuk berperan serta dalam perdagangan internasional. Letak geografis Indonesia mempunyai pengaruh terhadap aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek budaya 

PERKEMBANGAN STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA


A.  MACAM – MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Beberapa strategi pembangunan ekonomi  dapat  disampaikan adalah :

Strategi Pertumbuhan :
Adapun  inti dari  konsep  strategi  yang  pertama  ini adalah :
Ø  Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang – menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
Ø  Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali.
Ø  Jika terjadi letimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
Ø  Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.

Strategi Pembanguan dengan Pemertaan
          Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halny melalui penyusunan perencanaan induk dan paket program terpadu.

Startegi Ketergantungan
Inti dari konsep ketergantunga  adalah :
Ø  Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat di te,puh diantaranya adalah : meningkaatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
Ø  Teori ketergantunngan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “..... teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun  sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gampang sekali bagai kita untuk menumphkan semua kesalahan pada pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja .... “ (Kothari dalam Islmid Hadad, 1980).

Senin, 19 Maret 2012

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA





A.    ARTI SISTEM
Apapun definisinya suatu  perlu memiliki ciri sebagai berikut (Suroso,1993) :
·         Setiap sistem  memiliki tujuan
·         Setiap sistem mempunyai “batasan”, sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi  juga  dengan lingkungannya.
·         Suatu sisem dapat  terdiri dari beberapa  subsistem  yang  biasa juga  disebut  dengan bagian, unsur, atau komponen.
·         Walau sistem  tersebut  terdiri  dari berbagai  komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut  merupakan sekedar kumpulan dari  bagian-bagian, unsur,atau  komponen  tersebut , melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu , atau memiliki sifat ‘’wholism’’.
·         Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
·         Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering  disebut juga sebagai “processor” atau “tarnsformator”.
·         Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersediannya umpan balik.
·         Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otommatis.



B.    PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI PADA UMUMNYA

Dengan semakin banyak jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem perekonomi yang lebih teratur dan terencana . sistem barter tidak lagi dipertahankan, mengingat hambatan- hambatan yg dihadapi seperti:
o   Sulitnya mempertemukan dua atau lebih pihak yg memiliki keinginan yang sama.
o   Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan.
o   Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda.
o   Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah yang besar.