Senin, 19 Maret 2012

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA





A.    ARTI SISTEM
Apapun definisinya suatu  perlu memiliki ciri sebagai berikut (Suroso,1993) :
·         Setiap sistem  memiliki tujuan
·         Setiap sistem mempunyai “batasan”, sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi  juga  dengan lingkungannya.
·         Suatu sisem dapat  terdiri dari beberapa  subsistem  yang  biasa juga  disebut  dengan bagian, unsur, atau komponen.
·         Walau sistem  tersebut  terdiri  dari berbagai  komponen, bagian, atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut  merupakan sekedar kumpulan dari  bagian-bagian, unsur,atau  komponen  tersebut , melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu , atau memiliki sifat ‘’wholism’’.
·         Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
·         Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering  disebut juga sebagai “processor” atau “tarnsformator”.
·         Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersediannya umpan balik.
·         Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otommatis.



B.    PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI PADA UMUMNYA

Dengan semakin banyak jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem perekonomi yang lebih teratur dan terencana . sistem barter tidak lagi dipertahankan, mengingat hambatan- hambatan yg dihadapi seperti:
o   Sulitnya mempertemukan dua atau lebih pihak yg memiliki keinginan yang sama.
o   Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan.
o   Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda.
o   Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah yang besar.